Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kabupaten Majalengka Intensifkan Konsolidasi Demokrasi, Jangkau 99 Peserta di 11 Lokasi Selama Juli 2026

Bawaslu Majalengka

Infografis Konsolidasi Demokrasi Bawaslu Majalengka Periode Juli 2026

Majalengka – Bawaslu Kabupaten Majalengka terus memperkuat upaya membangun demokrasi yang partisipatif melalui pelaksanaan program Konsolidasi Demokrasi. Sepanjang Juli 2026, sebanyak 19 kegiatan berhasil diselenggarakan di 11 lokasi dengan melibatkan 99 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh lima Komisioner Bawaslu Kabupaten Majalengka sebagai bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai pengawasan partisipatif, pendidikan kepemiluan, serta isu-isu strategis yang berkaitan dengan penyelenggaraan demokrasi.

Sasaran kegiatan didominasi oleh perorangan sebanyak 9 kegiatan (47%), disusul kelompok masyarakat sipil sebanyak 6 kegiatan (32%), dan pemangku kepentingan sebanyak 4 kegiatan (21%). Hal ini menunjukkan komitmen Bawaslu Majalengka untuk menjangkau berbagai elemen masyarakat sebagai mitra dalam mewujudkan pemilu yang demokratis dan berintegritas.

Selama periode tersebut, Dardiri Edi Sabara menjadi komisioner dengan keterlibatan tertinggi melalui 8 kegiatan, diikuti Dede Rosada dan Ayub Fahmi masing-masing 7 kegiatan, Nunu Nugraha sebanyak 6 kegiatan, serta Fauzi Akbar Rudiansyah sebanyak 4 kegiatan.

Adapun tema yang paling banyak dibahas adalah Pengawasan Partisipatif dan Edukasi Kepemiluan sebanyak 7 kegiatan. Selain itu, materi yang disampaikan juga mencakup Politik Uang (3 kegiatan), Pemutakhiran Data Partai Politik dan Penataan Daerah Pemilihan (3 kegiatan), Disinformasi/Hoaks (2 kegiatan), Penegakan Hukum Pemilu (2 kegiatan), serta Isu Pilkada Langsung dan Tidak Langsung (2 kegiatan).

Kegiatan konsolidasi demokrasi dilaksanakan di berbagai lokasi, di antaranya Kantor Sekretariat Bawaslu Kabupaten Majalengka, sekretariat partai politik, lingkungan masyarakat, perguruan tinggi, sekolah, organisasi kemasyarakatan, hingga ruang-ruang publik seperti kafe. Dari seluruh lokasi tersebut, Kantor Sekretariat Bawaslu Kabupaten Majalengka menjadi tempat pelaksanaan terbanyak dengan 7 kegiatan.

Ketua Bawaslu Kabupaten Majalengka, Dede Rosada, menegaskan bahwa konsolidasi demokrasi merupakan bagian dari strategi Bawaslu dalam memperkuat budaya pengawasan partisipatif di tengah masyarakat.

“Demokrasi yang berkualitas membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Melalui kegiatan konsolidasi demokrasi, kami ingin meningkatkan pemahaman publik terhadap kepemiluan sekaligus membangun kesadaran bersama untuk mengawal setiap tahapan pemilu secara jujur, adil, dan berintegritas,” ujarnya.

Bawaslu Kabupaten Majalengka berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan edukasi kepemiluan melalui kegiatan konsolidasi demokrasi secara berkelanjutan. Dengan kolaborasi bersama masyarakat, akademisi, organisasi kemasyarakatan, partai politik, dan para pemangku kepentingan, diharapkan budaya pengawasan partisipatif semakin kuat sehingga mampu mewujudkan demokrasi yang sehat, transparan, dan berintegritas di Kabupaten Majalengka.


 

Penulis: Taufik Hidayat

Editor : Kang Erry