Pengawasan
Pilkada 2024 - PENGAWASAN DISTRIBUSI LOGISTIK PEMILIHAN
5.1 Persiapan Pengawasan
Fokus: kesiapan SDM, koordinasi lintas penyelenggara, serta kesiapan alat kerja untuk memastikan logistik tepat jenis, jumlah, waktu, dan sasaran.
Langkah kunci:
- Koordinasi dengan KPU Majalengka (akses informasi, jadwal, dan alur logistik).
- Pembinaan internal sekretariat & jajaran Panwaslu Kecamatan/PKD melalui bimtek tematik (tim efektif, komunikasi pelayanan prima, survei IKM/penanganan keluhan, good governance, leadership).
- Agenda teknis:
- Bimtek Sekretariat (RDK) tentang tahapan logistik 2024.
- Bimtek Panwaslu Kecamatan (penguatan pemahaman & inventarisasi kebutuhan logistik) — Rakernis 12 Nov 2024 (menghadirkan unsur KPU).
- Rakor Persiapan Pengawasan Logistik (15–16 Nov 2024) bersama mantan pimpinan Bawaslu (2018–2023).
- Rakernis Pengawasan Logistik bagi PKD (343 PKD) oleh Panwascam: 20 Nov 2023.
5.2 Pelaksanaan Tugas & Fungsi Pengawasan
a) Pengawasan Distribusi Logistik
- Pengawasan kedatangan dan distribusi logistik ke/antar gudang KPU Kabupaten Majalengka.
b) Supervisi Pabrikasi (Produksi Logistik)
Pengawasan bersama KPU atas proses produksi (sampai QC):
- 05 Okt 2024 – CV Mekarsari Ardhi (Cileungsi, Bogor): Model C Hasil Salinan KWK Bupati Majalengka.
- 16–18 Okt 2024 – PT Macanajaya Cemerlang (Klaten): formulir plano & alat bantu tuna netra.
- 16–18 Okt 2024 – PT Solo Murni (Surakarta): kubus sampul penyimpanan surat suara.
- 22–23 Okt 2024 – PT Gramedia (Cikarang): surat suara Gubernur dan Bupati Majalengka.
c) Pengawasan Sortir–Lipat Surat Suara
- Dijadwalkan KPU mulai 5 Nov 2024; pengawasan memastikan kualitas fisik sebelum didistribusikan ke TPS.
d) Prinsip Kerja Kolegial
- Tim Fasilitasi Tahapan Logistik bekerja kolektif–kolegial; keterbatasan SDM diatasi lewat penugasan Panwascam & kontrol pleno mingguan untuk evaluasi berkelanjutan.
Tabel 5.1. Jumlah DPT Pemilihan Serentak 2024
| Kabupaten Majalengka | Laki – Laki | Perempuan | Total Jumlah DPT |
|---|---|---|---|
| 498.688 | 501.690 | 1.000.378 |
Tabel 5.2. Jumlah TPS dan TPS Khusus
| Kabupaten Majalengka | TPS | TPS Khusus | Total Jumlah TPS |
|---|---|---|---|
| 2.110 | 1 | 2.111 |
Tabel 5.3. Keterpenuhan Distribusi Logistik (Tahap 1)
| No | Logistik | Terpenuhi (%) | Kekurangan (%) | Rusak/Cacat (%) |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Kotak suara | 100 | – | 0 |
| 2 | Bilik suara | 100 | – | 0 |
| 3 | Tinta | 100 | – | 0 |
| 4 | Kabel ties | 100 | – | 0 |
| 5 | Segel | 100 | – | 0 |
| 6 | Tanda pengenal | 100 | – | 0 |
| 7 | Alat pencoblos | 100 | – | 0 |
| 8 | Karet | 100 | – | 0 |
| 9 | Lem perekat | 100 | – | 0 |
| 10 | Ballpoint biru | 100 | – | 0 |
| 11 | Spidol kecil | 100 | – | 0 |
| 12 | Spidol besar | 100 | – | 0 |
| 13 | Kantong plastik | 100 | – | 0 |
| 14 | Plastik besar | 100 | – | 0 |
| 15 | Plastik sedang | 100 | – | 0 |
| 16 | Plastik kecil pembungkus tinta | 100 | – | 0 |
| 17 | Plastik ziplok | 100 | – | 0 |
| 18 | Label identitas | 100 | – | 0 |
Tabel 5.4. Proses Pengadaan Logistik (Ringkas)
| Kabupaten/Kota | Deskripsi Hasil Pengawasan | Identifikasi Isu | Tindak Lanjut |
|---|---|---|---|
| Majalengka | Pada pengadaan logistik tahap 1, belum ada info detail kedatangan/pengadaan yang diterima pengawas | – | – |
Tabel 5.5. Hasil Pengadaan Logistik
| Kabupaten/Kota | Deskripsi Hasil Pengawasan | Identifikasi Isu | Tindak Lanjut |
|---|---|---|---|
| Majalengka | Kotak suara: kebutuhan 4.274 pcs; kelebihan 114 pcs | Kelebihan jadi cadangan pengganti rusak | – |
| Bilik suara: kebutuhan 8.444 pcs sesuai kirim | – | – | |
| Tinta: kebutuhan 2 botol/TPS (belum dikirim) | – | – | |
| Bantalan: 8.444 pcs | – | – |
Tabel 5.6. Distribusi Logistik
| Kabupaten/Kota | Deskripsi | Identifikasi Isu | Tindak Lanjut |
|---|---|---|---|
| Majalengka | 2 gudang: (1) bilik/kotak/bantalan; (2) surat suara | – | – |
Tabel 5.7. Kendala Pengawasan Logistik (1)
| Kabupaten/Kota | Deskripsi Kendala | Identifikasi Isu | Tindak Lanjut |
|---|---|---|---|
| Majalengka | Gudang logistik terlalu jauh dari kantor KPU | KPU kurang kooperatif info kedatangan logistik | Imbauan diterbitkan |
Tabel 5.8. Keterpenuhan Distribusi Surat Suara ke KPU
| Kabupaten/Kota | Kebutuhan | Sudah Tiba | Belum Tiba | Progres Tiba (%) | Keterangan | Tindak Lanjut |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Majalengka | 2.057.403 | 2.057.403 | – | 100 | – | – |
Tabel 5.9. Ketepatan Jumlah Surat Suara ke KPU
| Kabupaten/Kota | Tepat Jumlah | Kelebihan | Kekurangan | Deskripsi Peristiwa | Tindak Lanjut |
|---|---|---|---|---|---|
| Majalengka | Berdasarkan BTTB tidak ada selisih | Tidak ada | Tidak ada | – | – |
Tabel 5.10. Surat Suara Rusak
| Kabupaten/Kota | Sudah Tiba | Baik/Tidak Rusak (%) | Rusak (%) | Uraian | Tindak Lanjut |
|---|---|---|---|---|---|
| Majalengka | 2.057.403 | – | – | – | – |
Tabel 5.11. Gudang Penyimpanan
| Kabupaten/Kota | Jumlah Gudang | Baik/Sesuai Prosedur | Rawan Banjir/Bocor | Tidak Ada CCTV | Lainnya | Tindak Lanjut |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Majalengka | 2 | √ | √ | – | – | – |
Tabel 5.12. Kendala Pengawasan Logistik (2)
| Kabupaten/Kota | Deskripsi Kendala | Identifikasi Isu | Tindak Lanjut |
|---|---|---|---|
| Majalengka | Ada kedatangan logistik tanpa pemberitahuan ke pengawas | – | – |
Tabel 5.13. Progres Sortir–Lipat–Pengepakan
| Kabupaten/Kota | Capaian (%) | Keterangan |
|---|---|---|
| Majalengka | 100 | Belum dilaksanakan pelipatan & sortir (status progres sistem) |
Tabel 5.14. Temuan Sortir–Lipat–Pengepakan
| Kabupaten/Kota | Deskripsi Peristiwa | Identifikasi Isu | Tindak Lanjut |
|---|---|---|---|
| Majalengka | Tidak ada | – | – |
Tabel 5.15. Kendala Sortir–Lipat–Pengepakan
| Kabupaten/Kota | Deskripsi Kendala | Identifikasi Isu | Tindak Lanjut |
|---|---|---|---|
| Majalengka | Tidak ada | – | – |
Tabel 5.16. Persiapan & Fokus Pengawasan Sub-Tahapan Sisa
| Kabupaten/Kota | Bentuk Persiapan | Fokus Pengawasan |
|---|---|---|
| Majalengka | (1) Pembinaan & Bimtek pengawasan logistik; (2) Koordinasi KPU | Tepat jumlah, sasaran, waktu, standar; akses data logistik terjamin |
5.3 Publikasi Hasil Pengawasan
- Persiapan: publikasi rapat (RDK, rakor, rakernis) via kanal internal & eksternal.
- Proses: publikasi kerja pengawasan secara berkala melalui media internal/eksternal agar akuntabilitas & awareness publik terjaga.
5.4 Inovasi Pengawasan
- Kolaborasi antardivisi & pemanfaatan teknologi untuk mengatasi keterbatasan SDM/anggaran: rapat daring, manajemen data digital, alur informasi cepat, dan penghematan biaya perjalanan—tanpa mengurangi intensitas pengawasan.
5.5 Kontrol dan Evaluasi
A. Kontrol
- Sekretariat sebagai garda depan pengawasan logistik (administrasi + lapangan).
- SDM: saat tahapan padat (logistik, kampanye, KPPS, rekrut Pengawas TPS), SDM terbagi; mitigasi dengan berbagi peran Panwascam/PKD.
- Anggaran: dukungan perjalanan dinas tersedia namun nominal harian pengawasan dalam kota relatif kecil; pengawasan tetap berjalan.
- Sarana/prasarana: mobilitas sering memakai fasilitas pribadi; efisiensi tetap dijaga.
B. Evaluasi
- Kepatuhan prinsip 5T (tepat jenis/jumlah/waktu/sasaran & efisien) umumnya tercapai.
- Ketidaktepatan waktu: masih ada pengiriman tidak sesuai timeline penyedia.
- Pengadaan: Bawaslu tidak terlibat—akses SILOG tertutup sehingga data real-time kedatangan sulit dipantau.
- Tidak ditemukan logistik tertukar antar daerah maupun tata kelola yang tidak efisien.
Rekomendasi Perbaikan (Ke Depan)
- Akses SILOG bagi Bawaslu Kabupaten untuk transparansi & tracking kedatangan.
- Sortir–lipat profesional: dorong pabrikan melakukan pra-sortir; pelipatan di KPU melibatkan tenaga terampil/berpengalaman.
- Notifikasi kedatangan wajib: SOP pemberitahuan ke Bawaslu sebelum/ketika logistik tiba (min. H-1).
- Penguatan gudang: mitigasi risiko (banjir/bocor, pemasangan CCTV, kontrol akses).
- Penguatan SDM & sarpras: alokasi jam lembur, dukungan transport pengawasan dalam kota, dan pool kendaraan operasional minimal.