Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Majalengka Tingkatkan Kemampuan Public Speaking Staf

[et_pb_section fb_built="1" admin_label="section" _builder_version="3.22"][et_pb_row admin_label="row" _builder_version="3.22" background_size="initial" background_position="top_left" background_repeat="repeat"][et_pb_column type="4_4" _builder_version="3.0.47"][et_pb_text admin_label="Text" _builder_version="3.22.1" background_size="initial" background_position="top_left" background_repeat="repeat"]

PRESS RELEASE

Majalengka,  Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Majalengka-Jabar menggelar pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM bagi seluruh jajaran staf kesekretariatan. Pelatihan dipusatkan di sekretariat Bawaslu, Jl. Letkol Abdul Gani No. 7, Majalengka, Senin (20/07/2020).

Pelatihan mengangkat tajuk "Asah Skill Public Speaking Dalam Lembaga Pengawas Pemilu" dengan menghadirkan narasumber tunggal Koordinator Divisi Hukum, Humas, Data dan Informasi, Idah Wahidah dan  dibuka secara langsung oleh Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu, Alan Barok Ulumudin.

Dalam sambutannya, Alan Barok berpesan agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan secara serius, karena public speaking merupakan keahlian yang sangat penting untuk dimiliki. "Sebagai modal bagi para staf ketika terjun di masyarakat dan dunia kerja, public speaking atau berbicara di depan publik sebenarnya sudah biasa dilakukan setiap orang, namun untuk kepentingan pengawasan pemilu tentu membutuhkan keahlian tersendiri." Ujarnya.

Idah Wahidah dalam pemaparannya menjelaskan, definisi Public Speaking secara sederhana adalah kegiatan menyampaikan pesan berupa ide atau gagasan secara oral (lisan), dimana jumlah audiensnya relatif besar dan pembicaraan yang relatif kontinyu.

Idah Wahidah menambahkan, tujuan public speaking  terbagi menjadi tiga hal, pertama, menyampaikan informasi kepada audiens. Kedua, menghibur audiens. Dan Ketiga, memengaruhi audiens. "Banyak manfaat ketika seseorang mahir publik speaking,  yakni mengurangi ketidaktahuan, mengurangi tekanan, memperbaiki hubungan, memahami permasalahan, dan menyelesaikan masalah. Penyakit utamanya ketika akan berbicara di depan publik adalah kecemasan (nervous)." Urai Srikandi Bawaslu ini.

Menurut Idah, saat ini ada anggapan bahwa kesuksesan seseorang dalam beretorika (skill public speaking) hanya karena dia telah memiliki bakat, padahal tidak seperti itu. "Sebenarnya ada dua hal yang membuat orang takut kemudian menimbulkan orang  tidak berani terutama dalam public speaking, yakni tidak menguasai dan tidak terlatih. Maka hadapi dengan berlatih, perbanyak referensi, dan banyak metode yang bisa dipakai dan diaplikasikan. Itulah intinya kiat menjadi public speaker yang handal." Tegas Idah Wahidah.

Idah berharap agar para peserta terus berlatih dan memperbanyak jam terbang, karena guru yang paling berharga adalah pengalaman dan terus belajar. "Dalam proses belajar, kesalahan halal hukumnya. Maka penting adanya public speaking di Bawaslu, terutama dalam tugasnya sebagai pengawasan, pencegahan, dan penindakan dalam hal menyangkut kepemiluan." Pungkas Srikandi Bawaslu tersebut.

Salah seorang peserta pelatihan, Ayub Fahmi mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan tersebut, karena dirinya mendapatkan ilmu tentang bagaimana berbicara di hadapan public. "Sharing yang keren dan disampaikan sangat lugas dalam pemaparannya, sehingga saya bisa langsung paham, ini menjadi bekal berharga bagi saya dalam sosialisasi ke masyarakat nanti." Tutupnya.

[/et_pb_text][et_pb_gallery gallery_ids="1442,1440,1441,1446,1444,1445,1443" fullwidth="on" _builder_version="3.22.1"][/et_pb_gallery][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

Tag
Publikasi
SDM & Organisasi