Konsolidasi Demokrasi Jadi Ruang Dialog, Bawaslu Majalengka Dorong PSI Perkuat Administrasi Partai
|
Majalengka – Bawaslu Kabupaten Majalengka terus memperkuat komunikasi dengan partai politik melalui kegiatan konsolidasi demokrasi dan Pemutakhiran Data Partai Politik Berkelanjutan (PDPPB). Salah satunya dilakukan melalui kunjungan ke kantor DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Majalengka, Rabu (25/6/2026).
Kunjungan tersebut dipimpin langsung Ketua Bawaslu Kabupaten Majalengka, Dede Rosada, didampingi anggota yaitu Ayub Fahmi dan Fauzi Akbar Rudiansyah, Dardiri Edi Sabara dan Nunu Nugraha, Turut hadir pula Kasubag serta jajaran staf Bawaslu Majalengka.
Rombongan Bawaslu diterima langsung oleh Ketua DPD PSI Kabupaten Majalengka, Ahmad Cece Ashfiyadi Amin, bersama jajaran pengurus partai.
Dalam pertemuan tersebut, Bawaslu mendorong seluruh partai politik untuk melakukan pemutakhiran data secara berkala. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga akurasi administrasi partai sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tahapan verifikasi partai politik peserta Pemilu 2029.
Empat aspek menjadi perhatian dalam pemutakhiran data partai politik, yakni kepengurusan partai, keterwakilan perempuan, keanggotaan, dan keberadaan kantor tetap.
Anggota Bawaslu Kabupaten Majalengka, Ayub Fahmi, mengatakan kunjungan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dengan pengurus PSI yang baru terbentuk.
"Hari ini bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Bawaslu Provinsi Jawa Barat. Maksud dan tujuan kami datang adalah menyambung silaturahmi. Saat ini komunikasi dengan PSI baru kembali terjalin dan terkonfirmasi dengan baik," ujar Ayub.
Ia menjelaskan bahwa koordinasi terkait pemutakhiran data partai politik dilaksanakan secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun, mengikuti semester pemutakhiran data.
"Bawaslu memiliki fungsi pengawasan terhadap partai politik dan KPU. Kami memastikan KPU melakukan verifikasi terhadap data yang dimutakhirkan oleh partai politik," katanya.
Menurut Ayub, kegiatan tersebut bukan untuk menambah beban administrasi partai politik, melainkan membantu partai agar lebih siap menghadapi tahapan kepemiluan di masa mendatang.
"Ini bukan untuk memberatkan partai politik. Justru kami ingin membantu menghangatkan mesin partai, sehingga ketika tahapan pendaftaran dibuka, setidaknya administrasi sudah siap," tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPD PSI Kabupaten Majalengka, Ahmad Cece Ashfiyadi Amin, menyampaikan bahwa kepengurusan PSI di Majalengka baru terbentuk pada Februari 2026 dan saat ini masih dalam proses pembenahan organisasi.
"Kami baru terbentuk pada Februari 2026 dan masih terus berbenah. Alhamdulillah persiapan internal PSI saat ini sudah mencapai sekitar 80 persen," ungkapnya.
Ia juga menilai pertemuan dengan Bawaslu menjadi momentum yang positif bagi partainya, terlebih dilaksanakan bertepatan dengan 10 Muharam yang memiliki makna tersendiri.
"Hari ini, 10 Muharam, banyak cerita bersejarah yang dapat menjadi pelajaran. Semoga pertemuan ini memberikan manfaat bagi perbaikan PSI ke depan, khususnya dalam hal administrasi dan pemutakhiran data partai politik," pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Majalengka berharap partai politik dapat semakin siap secara administrasi, sehingga proses verifikasi dan tahapan kepemiluan mendatang dapat berjalan lebih baik, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Penulis : Taufik Hidayat
Foto : Rani Hanurawati
Editor: Kang Erry