Penguatan Perencanaan dan Administrasi Jadi Fokus Rakor Bawaslu Majalengka Sambut Tahun Kerja 2026 dan Program Ramadan
|
Bawaslu Kabupaten Majalengka menggelar Rapat Koordinasi internal pada Jumat, 13 Februari 2026, di Kantor Bawaslu Kabupaten Majalengka. Rapat ini menitikberatkan pada penguatan perencanaan strategis, penertiban administrasi, mekanisme pelaporan Work From Anywhere (WFA), serta persiapan program kegiatan Ramadan 1447 Hijriah.
Kegiatan dibuka dengan penegasan pentingnya konsolidasi internal menghadapi tahun anggaran 2026, termasuk penyusunan Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029 dan kesiapan program menjelang bulan Ramadan.
Dalam pembahasan anggaran, disampaikan bahwa pagu nasional Tahun Anggaran 2026 diperkirakan mencapai Rp3,5 triliun, dengan porsi terbesar dialokasikan untuk belanja pegawai, sementara sisanya digunakan untuk operasional dan program kegiatan. Oleh karena itu, seluruh unit kerja diharapkan mampu mengedepankan prinsip efektivitas dan efisiensi program.
Penyusunan Renstra daerah akan mengacu pada Renstra Bawaslu Republik Indonesia 2025–2029, sekaligus menjadi dasar evaluasi kinerja dan pencapaian indikator kinerja pimpinan. Meski publikasi dokumen pusat dan provinsi masih berlangsung, daerah didorong mulai menyusun perencanaan karena program relatif stabil. Penyusunan dilakukan melalui Tim Pengarah dan Tim Teknis serta mengintegrasikan sistem PIKAM sesuai kebijakan nasional.
Rakor juga menyoroti pentingnya penertiban administrasi dan pengelolaan arsip, mengingat kapasitas penyimpanan dokumen yang telah melebihi batas. Seluruh pegawai diingatkan untuk memahami isi setiap surat sebelum meneruskan serta segera menindaklanjuti instruksi dari tingkat pusat maupun provinsi.
Terkait mekanisme WFA, pelaporan diwajibkan dilakukan setiap hari oleh pelaksana kegiatan, sementara masing-masing subbag bertanggung jawab mengumpulkan bukti dukung secara terpusat guna mempermudah pengisian kinerja dan menghindari penumpukan pekerjaan di akhir periode.
Menjelang Ramadan 1447 H, Bawaslu Majalengka akan segera menyusun draf kegiatan daerah dengan menyesuaikan tema nasional. Kegiatan dapat dilaksanakan secara luring maupun daring, termasuk penjadwalan imam salat, penguatan nilai spiritual, serta integrasi program “Ngabuburit Pengawasan” dengan Bawaslu Mengajar agar kegiatan berjalan efektif tanpa duplikasi.
Program Bawaslu Mengajar juga terus diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi, di antaranya Universitas Majalengka, Instbunas, dan Politeknik Mardira, serta akan ditindaklanjuti dengan STAI Majalengka, Universitas YPIB Majalengka, dan Stapin Majalengka. Kerja sama ini bertujuan meningkatkan literasi demokrasi dan pengawasan partisipatif sekaligus mendukung pengembangan akademik perguruan tinggi.
Pimpinan rapat menegaskan bahwa disiplin administrasi merupakan fondasi akuntabilitas lembaga, serta seluruh kegiatan harus memiliki tujuan dan output yang terukur. Seluruh jajaran diharapkan proaktif mengingatkan jika terdapat arahan atau surat yang belum ditindaklanjuti.
Rapat ditutup dengan komitmen bersama untuk menyelesaikan Renstra tepat waktu, menertibkan administrasi dan arsip, mengoptimalkan pelaporan WFA, menyelenggarakan kegiatan Ramadan yang produktif, serta memperkuat kolaborasi eksternal melalui program edukatif.