Lompat ke isi utama

Berita

PUNCAK SERIAL KEHUMASAN

[et_pb_section fb_built="1" admin_label="section" _builder_version="3.22"][et_pb_row admin_label="row" _builder_version="3.22" background_size="initial" background_position="top_left" background_repeat="repeat"][et_pb_column type="4_4" _builder_version="3.0.47"][et_pb_text admin_label="Text" _builder_version="3.22.1" background_size="initial" background_position="top_left" background_repeat="repeat"]

Program "Awasi Yuk!", digagas Bawaslu Jabar sebagai program diskusi berkelanjutan dalam mengisi aktivitas Bawaslu selama pandemi Covid-19 masih berlangsung. Dilaksanakan secara daring dan dibagi kedalam beberapa serial, sesuai divisi yang ada di Bawaslu.

Dalam hal ini, Serial Kehumasan telah mencapai puncaknya yakni serial kelima mengambil tema "Membuat Film Pendek, Medan Sosialisasi Bergengsi". Ditutup secara langsung oleh Anggota Bawaslu RI sekaligus Koordinator Divisi Hukum, Humas, Data dan Informasi, Fritz Edward Siregar, Kamis (28/05/2020).

Merujuk meme Bawaslu Jabar "Proud Achievement Awasi Yuk!", Bawaslu Majalengka masuk kategori Kabupaten/Kota Paling Kreatif, Kemampuan dan Konsistensi Mengaplikasikan Hasil Pembelajaran. Serta Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi, Alan Barok Ulumudin, masuk kategori Peserta Paling Aktif Bertanya Dalam Forum Dengan Cepat.

Ketua Bawaslu Majalengka, Agus Asri Sabana menyatakan rasa bangga dengan prestasi yang diraih Bawaslu Majalengka dalam program kehumasan itu. Sekaligus tantangan untuk dapat berkiprah lebih baik lagi di masa yang akan datang.

"Walau demikian, saya meyakini dengan kebersamaan dan komitmen yang besar dari semuanya prestasi demi prestasi bisa diraih lebih banyak di masa yang akan datang. Apresiasi juga untuk Bawaslu RI juga Bawaslu Jabar yang telah membuka ruang cakrawala keilmuan kehumasan yang sangat hebat sekali di tengah pandemi Covid-19." Jelasnya.

Idah Wahidah, Koordinator Divisi Hukum, Humas, Data dan Informasi Bawaslu Majalengka menyampaikan, serial terakhir Cerdas dan Kreatif menjadi Humas Bawaslu ini akan berbeda. Ia berharap agar semua bisa mengikuti dan mengaplikasikannya terutama Divisi Humas.

"Tetap jaga kekompakan dan terus semangat buat semuanya. Semoga menjadi motivasi dan meningkatkan kreativitas tim." Ungkapnya.

Hal senada disampaikan Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran, Abdul Rosyid, agar menjadi motivasi untuk memajukan Bawaslu Majalengka. Sehingga bisa mendapatkan penghargaan di kegiatan selanjutnya terkhusus SKPP Daring.

Di kesempatan yang sama Ketua Bawaslu Jabar, Abdullah Dahlan memaparkan, tema hari ini kontennya lebih dalam bagaimana mendesain film pendek. Bawaslu sudah harus menggagas atau membuat dan mendesain bagaimana konten strategi-strategi kampanye yang efektif.

"Film pendek merupakan suatu metode yang kita anggap cara penyampaian atau metode sosialisasi yang dapat digunakan oleh Bawaslu dalam agenda-agenda kebawasluan atau sosialisasi pengawasan pemilu. Dan kita semua punya mobilitasnya, kontennya sudah ada bagaimana film pendek dibuat secara menarik dan berbobot sehingga menjadi sarana memberikan informasi kepada publik terkait kebawasluan. Saya harap Bawaslu kabupaten/kota mampu menyimak dan mengaplikasikannya." Bebernya memulai acara.

Sedangkan kata Yusup Kurnia, Koordinator Divisi Hukum, Data dan Informasi Bawaslu Jabar, berbicara terkait film pendek, salah satu jenis film pendek yaitu pelayanan publik atau komersial seperti iklan. Dalam konteks Bawaslu, pelayanan publik yang diproduksi kemudian ditunjukkan sebagai pelayanan fungsi kewenangan Bawaslu.

"Dalam konteks pemilu ada asas Luber Jurdil. Konteks Luber yang punya kewajiban KPU, maka KPU suka membuat film pendek. Pada dimensi Jurdil yang mestinya terpanggil ya Bawaslu, makanya kita membuat film pendek untuk mengawal pemilu yang Jurdil." Terangnya sebagai narasumber pertama.

Kewajiban moral, jelas Yusup, harus hadir ketika kita melakukan sosialisasi memberikan kesadaran kepada publik bahwa hak publiklah pemilih yang Luber Jurdil. Bagaimana tugas kemenangan Bawaslu agar tersampaikan secara mudah dan menarik kepada publik.

"Mempunyai kemampuan video grafis, bagaimana teknik pengambilan gambar,  tentang pencahayaan, sound, dan lain-lain. Supaya misi tercapai perlu melakukan riset kecil-kecilan supaya apa yang kita produksi cocok atau tidak." Ungkapnya.

Di lain tempat pemateri kedua, Danang Yogo Bintoro memaparkan terkait teknik pengambilan gambar berita biasanya jurnalis mengcapture by moment. Sedangkan untuk film/video clips, melakukan set up dari sisi teknis meliputi audio dan artistik.

"Sebagai seorang juru kamera, ia harus mengerti betul akan angle yang bagus untuk pengambilan gambar, karena gambar merupakan hal yang sangat penting. Suatu gambar harus mempunyai motivasi. Dalam pembuatan film pendek dengan adanya naskah yang bagus dan harus didukung juga dengan gambar yang bagus." Imbuhnya yang juga seorang Program Director.

Namun demikian kata Danang, gerakan kamera bisa dilakukan oleh juru kamera dengan memastikan motivasi dalam gambar harus timbul. Gerakan objek pengambilan gambar harus fokus agar objek tidak blur. Untuk mengambil emosi penonton, diperlukan pengambilan gambar high angle karena ada kesan lemah/tak berdaya.

"Kehumasan merupakan ujung tombak Bawaslu karena untuk menyampaikan berita-berita kepada masyarakat." Tandasnya.

[/et_pb_text][et_pb_gallery gallery_ids="1303,1304,1302,1295,1296,1305" fullwidth="on" _builder_version="3.22.1"][/et_pb_gallery][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]
Tag
Publikasi