Lompat ke isi utama

Berita

REFLEKSI HARI IBU NASIONAL, BAWASLU SELENGGARAKAN ORASI PEREMPUAN DAN POLITIK

[et_pb_section fb_built="1" admin_label="section" _builder_version="3.22"][et_pb_row admin_label="row" _builder_version="3.22" background_size="initial" background_position="top_left" background_repeat="repeat"][et_pb_column type="4_4" _builder_version="3.0.47"][et_pb_text admin_label="Text" _builder_version="3.22.1" background_size="initial" background_position="top_left" background_repeat="repeat"]

Majalengka (22/12/2020) - Badan pengawas pemilihan umum (Bawaslu) Kabupaten Majalengka menggelar webkusi obrolan demokrasi (ORASI) series 8 dengan tema poltik dan perempuan. Kegitan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati hari ibu nasional dan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya masyarakat Majalengka.

Pada kesempatan itu, ketua Bawaslu Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan agenda rutinan Bawaslu Kabupaten Majalengka yang dilaksanakan setiap bulannya, “pada diskusi kali ini kita menghadirkan narasumber dari 2 unsur yaitu, Dr. Rahayu Kusumadewi (Wakil Rektor II Universitas Majalengka) dari unsur akademisi dan Hj. Itje Siti Dewi Kuraesin, S.Sos.,MM (anggota DPR-RI Fraksi Golkar), Dr.Hj. Ineu Purwadewi, S.Sos.,M,M (Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PDIP), dan Hj. Yayah Komariah (Anggota DPRD Kabupaten Majalengka Fraksi PKS) dari unsur praktisi, dengan harapan kita mendapatkan pemahaman teori dari paparan akademisi dan pengalaman praktek dari praktisi” ujarnnya saat membukan acara webkusi ORASI series 8, selasa (22/12/2020).

Sebagai pemantik diskusi Anggota Bawaslu Kabupaten Majalengka, Idah Wahidah menambahkan, perempuan harus terlibat dalam politik karena dengan politik, perempuan dapat menentukan dan merubah kebijakan pembangunan yang masih belum responsive gender, oleh karena itu sebagai subjek sekaligus objek pembangunan perempuan harus meningkatkan peranannya. Ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Hj. Itje Siti Dewi Kuraesin (Anggota DPR RI Fraksi Golkar) menerangkan, keterlibatan perempuan dalam politik nasional semakin baik hal ini karana didukung oleh sistem politik dan regulasi pemilu yang baik sehingga representasi perempuan diparlemen sudah cukup banyak. Kendati demikian, Hj. Itje juga menghimbau kepada seluruh ketua partai di Kabupaten Majalengka, untuk membuka kesempatan seluas-luasnya bagi perempuan dalam pencalonan anggota legislatif, melalui upaya kaderisasi partai politik yang berkelanjutan. Ungkapnya.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PDIP, Hj. Ineu Purwadewi Sundari menyoroti hal serupa, ia mengatakan perempuan mendapatkan porsi yang signifikan dalam kontestasi pemilu sebanyak 30% keterwakilan. Selain itu, ia menambahkan fokus isu gender dalam strategi nasional adalah peningkatan kualitas hidup perempuan dan peningkatan perempuan dalam proses electoral. Pungkasnya.

Lain hal dengan yang diungkapkan oleh Hj. Yayah Qomariah (Anggota DPRD Kabupaten Majalengka), ia menjelaskan posisi perempuan dalam pemerintahan baik legislatif, eksekutif, maupun yudikatif masih didominasi oleh laki-laki. Hal itu ungkapnya, disebabkan oleh peraturan yang belum gender mainstream, belum adanya will politik pemerintah dan Undang-undang pemilu yang belum optimal. Tandas perempuan yang juga politisi PKS itu.

Diakhir sesi, paparan disampaikan oleh Wakil Rektor II Universitas Majalengka, Dr. Rahayu Kusumadewi, ia menegaskan pentingnya posisi perempuan diparlemen adalah untuk menyelesaikan masalah-masalah perempuan bangsa ini, seperti kekerasan terhadap perempuan, perdagangan perempuan, eksploitasi seksual, perkawinan dini, sunat perempuan dan menjamin akses universal terhadap kesehatan seksual dan reproduksi serta hak reproduksi. Ungkapnya.

[/et_pb_text][et_pb_gallery gallery_ids="1819,1829,1826,1824,1828,1825,1823,1827" fullwidth="on" _builder_version="3.22.1"][/et_pb_gallery][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]
Tag
Publikasi