Kunjungan Audiensi KPU Kabupaten Majalengka Ke Bawaslu Kabupaten Majalengka
|
Jajaran pimpinan Bawaslu Kabupaten Majalengka saat menerima kunjungan KPU majalengka, Selasa 18 Mei 2021/Foto: Humas Bawaslu Kabupaten Majalengka.
[/et_pb_text][et_pb_text admin_label="Text" _builder_version="3.22.1" background_size="initial" background_position="top_left" background_repeat="repeat"]Majalengka - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Majalengka menerima kunjungan audiensi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Majalengka. Bertempat di ruang rapat Sekretariat Bawaslu Kabupaten Majalengka, Selasa (18/05/2021).
Kegiatan tersebut, dalam rangka kerja sama antara KPU Kabupaten Majalengka dengan Bawaslu Kabupaten Majalengka. Terkait Pembentukan Bakohumas yang berasal dari kesekretariatan pejabat kehumasan dan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Pemilu.
Ketua Bawaslu Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana beserta jajarannya, menyambut baik kunjungan dari KPU Kabupaten Majalengka. "Silaturahmi ini tiada lain untuk menguatkan komitmen kepemiluan di Kabupaten Majalengka, sehingga rangkaian pemilu dapat berjalan dengan baik." Ungkapnya.
Menurutnya, tugas KPU dan Bawaslu berbeda namun muaranya adalah sama. "Pemilu atau pemilukada 2024 mendatang perlu segera disikapi. Dimana komunikasi-komunikasi dan persamaan persepsi harus disiapkan dari sekarang.” Ujar H. Agus yang juga Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa.
Disaat yang sama Dede Sukmayadi, Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga menyampaikan, terkait pendidikan pemilih di Bawaslu juga ada kegiatan yang orientasinya sama yaitu kegiatan SKPP (Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif).
"Selain itu juga ada kegiatan KP3D (Kegiatan Pendidikan Pengawasan Pemilu dan Demokrasi). Sehingga kita bisa berkolaborasi dalam kegiatan-kegiatan selanjutnya." Katanya.
Hal senada disampaikan Koordinator Divisi Hukum, Humas, dan Data Informasi, Idah Wahidah, di Bawaslu sudah berjalan satu kegiatan yg berkolaborasi dengan kejaksaan. "Ada kegiatan jaga desa, di Bawaslu disebut dengan forum warga." Jelasnya.
Sedangkan kata Abdul Rosyid, Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran, perlunya menyampaikan terus tentang pendidikan kepemiluan kepada masyarakat. "Bagaimana kita menyampaikan kepada masyarakat dan peserta pemilu setransparan mungkin. Dan untuk pemilu tahun 2024 kita harus terus menggencarkan sosialisasi." Imbuhnya.
Lain halnya Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Organisasi, Alan Barok Ulumudin, menurutnya silaturahmi ini merupakan momen sejarah dimana KPU dan Bawaslu berkumpul untuk membahas hal-hal positif demi kemajuan demokrasi di Kabupaten Majalengka.
"Karena core bisnis kita sama-sama di penyelenggara pemilu, yang terjadi hari ini adalah ikut andil dari kita baik dari sisi pengawasan ataupun dari sisi teknis. Dengan kehadiran KPU disini maka frekuensi kita sudah hampir sama dalam menjaga demokrasi." Katanya.
Ketua KPU Kabupaten Majalengka, Agus Syuhada menyampaikan, kunjungan KPU ke Bawaslu di momentum syawal ini merupakan momentum silaturahim yang luar biasa antara KPU dan Bawaslu di Kabupaten Majalengka.
“Kunjungan KPU ke Bawaslu merupakan momentum silaturahim yang menjadi sebuah keharusan, dimana kita merupakan sesama penyelenggara. Sudah seharusnya memiliki sinergitas yang baik untuk membangun peradaban demokrasi. Sehingga pembangunan demokrasi di Kabupaten Majalengka bisa meningkatkan indeks demokrasi Indonesia.” Ujarnya.
Agus Syuhada juga menambahkan, KPU RI memandatkan kepada KPU Kabupaten/Kota untuk membentuk Bakohumas yang anggotanya terdiri dari berbagai unsur dan salah satunya adalah Bawaslu. Bakohumas ini dibentuk agar kegiatan kehumasan dapat memberikan efek yang lebih luas kepada masyarakat karena dilakukan secara bersama-sama dengan tujuan meningkatkan kualitas Demokrasi di Kabupaten Majalengka.
“Kegiatan kehumasan di KPU Kabupaten Majalengka sedang ditingkatkan. Namun jika kami bekerja sendiri, tidak akan memberikan efek yang luas pada masyarakat. Maka perlu dilakukannya kerja sama dengan pihak-pihak terkait.” Ungkapnya.
Lalu, lanjut Agus Syuhada, bagaimana kita membentuk pola pendidikan pemilih, atau pendidikan politik yang akan dilakukan secara bersama-sama. Dalam rangka pendidikan pemilih, KPU telah menyiapkan kegiatan dengan nama Madaris atau Madrasah Aktivis Demokrasi. "Teknisnya, akan launching bersama-sama. Dengan format pertemuan tatap muka 1 kali dan dilanjutkan dengan daring. Dimana materi disampaikan oleh KPU dan Bawaslu." Tandasnya.
[/et_pb_text][et_pb_image src="/sites/majalengkakab/files/uploads/2021/05/WhatsApp-Image-2021-05-18-at-15.45.56.jpeg" _builder_version="3.22.1"][/et_pb_image][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]