Lompat ke isi utama

Berita

Mahasiswa pertanyakan Bawaslu Bagaimana memastikan tidak ada pelanggaran dalam pemilu

[et_pb_section fb_built="1" admin_label="section" _builder_version="3.22"][et_pb_row admin_label="row" _builder_version="3.22" background_size="initial" background_position="top_left" background_repeat="repeat"][et_pb_column type="4_4" _builder_version="3.0.47"][et_pb_text admin_label="Text" _builder_version="3.22.1" background_size="initial" background_position="top_left" background_repeat="repeat"]

Majalengka – Ketua Bawaslu ajak Mahasiswa dan Siswa untuk berperan aktif dalam mengawasi jalanya Pemilu dan Pemilihan kedepan, melalui materi yang disampaikan dalam acara Seminar Kepemiluan dengan tema “Menata Sistem Demokrasi yang Lebih Baik” di Aula Wisata Intelektual STIE Majalengka, Kamis (25/11/2021)

“Pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan, kami mengajak untuk berkomitmen kepada calon pemimpin di masa yang akan datang untuk bersama-sama menjaga dan mengawal jalannya Demokrasi” Tegas Agus.

“Mahasiswa dan pelajar akan bersama kami dalam melakukan pengawasan, bisa dibayangkan betapa besar resiko yang akan diterima apabila kekuasaan masih ditentukan oleh Uang” lanjutnya.

Seorang mahasiswa bernama Desi Setiawati merespon cepat apa yang disampaikan oleh Agus, dengan mengajukan pertanyaan “Sistem Kepemiluan saat ini banyak menggunakan teknologi, dengan kecanggihan sistem seperti itu justru akan memunculkan peluang penyalahgunaan. Jadi bagaimana cara memastikan tidak akan ada pelanggaran” tuturnya.

hal itu langsung di tanggapi dengan serius, “dalam pemilu pasti akan ada pelanggaran, sudah menjadi komitmen kami untuk menghentikan kebiasaan dan budaya itu” Jawab Agus

“pelanggaran pemilu adanya di ruang privasi atau tertutup, butuh mata mata dari seluruh elemen masyarakat untuk mengawasi itu, jika mengandalkan pengawas pemilu saja tidak akan cukup mengingat jumlah kami yang terbatas” tambahnya dalam kegiatan tindak lanjut MoU antara Bawaslu dan STIE STMY Majalengka tersebut .

Masih menurut Agus, “berbagai macam pelanggaran seperti Pidana, Administrasi dan Kode Etik mewarnainya. Netralitas ASN menjadi warna paling mecolok, kita akan menanggung dosa berjamaah, apabila membiarkan hal itu terus terjadi” ungkapnya yang di ikuti tepuk tangan semua peserta Seminar.

[/et_pb_text][et_pb_gallery gallery_ids="3208,3207,3206,3205" show_title_and_caption="off" show_pagination="off" _builder_version="3.22.1"][/et_pb_gallery][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]
Tag
Publikasi