Bawaslu Ajak Siswa SMKN 1 Panyingkiran Jadi ‘Detektif Demokrasi’ Pemilu 2029
|
Majalengka – Suasana berbeda terasa di aula SMKN 1 Panyingkiran pada Senin, 11 Agustus 2025. Ratusan siswa dari kelas X hingga XII antusias mengikuti Sosialisasi Pengawasan Partisipatif yang digelar oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Majalengka.
Kegiatan ini menjadi momen penting bagi para siswa yang kelak, di tahun 2029, akan menjadi pemilih pemula. Lewat sesi interaktif, Bawaslu mengajak mereka untuk tidak hanya hadir di TPS, tetapi juga berperan aktif mengawasi jalannya pemilu dan pilkada.
Dalam pemaparannya Ketua Bawaslu Majalengka Dede Rosada, SH., S.Pd menyampaikan “Pemilu yang jujur dan adil tidak bisa tercapai hanya oleh Bawaslu. Karena SDM pengawas terbatas, seluruh elemen masyarakat, termasuk pemilih muda, perlu ikut menjadi ‘mata dan telinga’ demokrasi,” ujarnya.
Selain itu Dede menekankan agar iswa-siswi memahami pentingnya menjadi pemilih cerdas tidak memilih secara asal, tetapi berdasarkan pengetahuan akan rekam jejak dan karakter para calon
pada kesempatan itu Para siswa juga diperkenalkan pada peran dan tugas Bawaslu, proses tahapan pemilu, serta pentingnya menjadi pemilih cerdas. Mereka diingatkan untuk mengenali rekam jejak calon, karakter, dan visi-misinya sebelum menentukan pilihan—bukan memilih secara asal.
Menariknya, Bawaslu mengaitkan pemilihan ketua OSIS di sekolah sebagai “miniatur” pemilu sesungguhnya. “Kalau di sekolah saja kalian memilih ketua OSIS yang punya program kerja jelas, apalagi nanti saat memilih presiden, bupati, atau anggota legislatif,” imbuh Dede.
Sosialisasi ini juga membahas berbagai pelanggaran pemilu seperti money politics, pelanggaran administrasi, hingga kode etik, yang dapat berujung pada sanksi denda atau kurungan. Pesan penting lainnya: politik bukanlah sesuatu yang kotor, melainkan alat untuk mencapai tujuan bersama, asalkan dijalankan dengan jujur dan sesuai aturan.
Dengan semangat itu, Bawaslu berharap para siswa SMKN 1 Panyingkiran siap menjadi pemilih cerdas sekaligus pengawas partisipatif, mengawal demokrasi menuju Pemilu 2029.
Penulis: Erry Sukmana
Poto: Muhamad Reza Gumilar