Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Ciptakan Pendekar Demokrasi untuk Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024

[et_pb_section fb_built="1" _builder_version="3.22.1"][et_pb_row _builder_version="3.22.1"][et_pb_column type="4_4" _builder_version="3.22.1"][et_pb_text _builder_version="3.22.1"]

Majalengka – Semangat menciptakan kader pengawasan terus dinyalakan, Bawaslu Kabupaten Majalengka kembali lakukan Kegiatan Pengenalan Pengawasan Pemilu dan Demokrasi (KP3D) angkatan ke-6 di Pojok Pengawasan Bawaslu Majalengka, Senin (14/02/2022).

Ketua Bawaslu Majalengka, Agus Asri Sabana bersama Kordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, Dede Sukmayadi. Membuka kegiatan tersebut dihadapan peserta yang berjumlah 15 siswa, terdiri dari 2 sekolah yaitu SMKN 1 Maja dan SMK YPPT Majalengka.

Dalam sambutannya, Agus mengatakan kegiatan KP3D ini tidak lain adalah proses pengenalan apa itu Pemilu, persoalan-persoalan kepemiluan, sekaligus juga mengenal Pengawas Pemilu yang merupakan bagian dari Penyelenggara Pemilu.

“Saya merasa bangga kembali bertemu dengan Calon-Calon Pendekar Demokrasi dari kaum Milenial, menambah mitra kerja Pengawas Pemilu dalam memastikan bahwa dalam pemilu 2024 yang akan datang bukan hanya Bawaslu dan Jajarannya yang terlibat, tapi ada calon-calon kader KP3D yang juga akan jadi pelopor dalam mengawasi tahapan pemilu” Sambutnya

Agus juga mengingatkan, kita semua akan terlibat di dalam pemilu dan pemilihan, menjadi pemilih dan memilih, ketika adek-adek sekalian sudah punya hak untuk memilih maka sekaligus punya kewajiban untuk mengawasinya.

“17 tahun atau sudah menikah maka orang itu diberikan hak untuk memilih dan dipilih, saat mempergunakan hak itu, pastikan hak yang kita pakai telah di dasari dengan rasa tanggungjawab dan rasa memiliki atas tanggungjawab itu” Imbuhnya.

Agus berharap, ada peran dan ruang untuk kita berpartisipasi dalam tahapan pemilu, dimulai dengan cara yang baik dan benar, terlebih lagi masa kampanye, masa-masa atau waktu yang relatif sangat rawan. jadilah bagian dari jejaring Pengawas Pemilu agar dalam kenyataannya berbagai dugaan pelanggaran itu tidak terjadi.

“Ketika menemukan ada yang kampanye di sekolah, kampanye melibatkan PNS, kampanye melibatkan TNI/Polri dan kampanye dengan membagi-bagikan uang (Money Politic), harus disampaikan ke. Pengawas Pemilu secara berjenjang” Tegasnya.

Di akhir, ia mengatakan calon-calon pendekar ini mudah-mudahan Kawah Candradimuka, Pelaksanaan Kegiatan KP3D bisa melahirkan calon kader yang bisa berkontribusi pada Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024 sekaligus memastikan bersama agar semuanya berjalan dengan baik.

[/et_pb_text][et_pb_gallery show_title_and_caption="off" show_pagination="off" _builder_version="3.22.1" gallery_ids="3418,3419,3421,3422,3423,3424,3425"][/et_pb_gallery][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]
Tag
Publikasi