Bawaslu : Jadilah bagian dalam mengawasi, tahapan Pemilu akan dimulai tahun ini
|
Majalengka – Sebagai usaha terus meningkatkan sosialisasi pengawasan partisipatif, Ketua Bawaslu Majalengka memenuhi undangan Radio GAMMA FM Majalengka dalam acara Ngawangkong sareng Bawaslu yang mengangkat tema “Sintesis Penyelenggara Pemilu dengan Masyarakat dan Persiapan Rekrutmen Pengawas Pemilu Ad-hoc”. Kamis (10/02/2022).
Agus membuka obrolan dengan menjelaskan Bawaslu memanfaatkan momen untuk terus melakukan sosialisasi dalam upaya mendorong tingkat partisipasi dalam mengawasi tahapan Pemilu dan Pemilihan, mengingat momentum Politik akan jatuh di tahun 2024.
“Kenapa memilih judul ini” tanya Kang Dul yang menjadi host
“Ini adalah judul yg sangat menarik sebab ketika berbicara sintesis pengawas Pemilu dengan masyarakat menunjukan bahwa pengawas Pemilu dengan masyarakat dalam hal ini sebagai pemilih, dan pemilih adalah pemilik kedaulatan“ Jawab Agus.
Ia juga menyarankan kedepan sintesis bukan hanya Bawaslu dengan masyarakat, tapi Bawaslu dengan Peserta Pemilu, juga dengan unsur Pemerintahan, kenapa demikian, sebab pemilih saja itu tidak cukup, karena pemilih salah satunya di gerakan oleh Peserta Pemilu, calon DPD, calon Kepala Daerah, juga Calon Presiden dan Wakil Presiden.
Selanjutnya Kang Dul menanyakan “Bagaimana teknis perekrutan Panwascam dan waktu pelaksanaan”. Tanyanya
Agus menjawab, Jika mengacu ke aturan, Panwascam di rekrut satu bulan sebelum tahapan dimulai, kalau misalkan tahapan dimulai bulan Agustus, boleh jadi rekrutmen Panwas Kecamatan itu dilakukan di bulan Juni atau Juli tahun 2022 ini.
“Teknisnya akan di umumkan secara resmi oleh Bawaslu Kabupaten, tapi masih melihat kepastian terkait tahapannya, ketika tahapannya sudah di atur oleh KPU, kami akan menunggu juknis dan juklaknya dari Bawaslu Provinsi Jawa Barat” tegas Agus
Ia juga menyebutkan persyaratan untuk menjadi panwascam diantaranya adalah usia minimal 25 tahun, sehat jasmani dan rohani, Warga Negara Indonesia, siap bekerja penuh waktu, memahami tentang kepemiluan, tidak sedang menjadi pengurus Parpol, bukan tim kampanye dan bukan timses peserta Pemilu atau kepala daerah. dan masih jadi tolak ukur ijazah itu minimal SLTA/Sederjat. Jelasnya
Sebagai closing statement, Agus mengajak kepada seluruh masyarakat Majalengka untuk mensukseskan Pemilu dan Pemilihan tahun 2024 dengan cara berpartisipasi dan mengawasi tahapannya.
“Tahapan akan dilaksanakan tahun 2022, jadilah bagian dalam mengawasi setiap tahapan agar Pemilu dan Pemilihan menjadi berkualitas, karena jika proses pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan tidak berkualitas maka akan melahirkan seorang Pemimpin yang merusak masyarakatnya sendiri” Tutupnya
[/et_pb_text][et_pb_gallery show_title_and_caption="off" _builder_version="3.22.1" gallery_ids="3408,3410,3411"][/et_pb_gallery][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]