Bawaslu Kabupaten Majalengka Bersama PC NU Kabupaten Majalengka Peringati Hari Santri Dengan Diskusi
|
Majalengka (23/10) - Dalam rangka memperingati Hari Santri, Bawaslu Kabupaten Majalengka bersama PC NU Kabupaten Majalengka menggelar Diskusi Daring dengan tema “Peran Santri Dalam Membangun Demokrasi”. Menghadirkan narasumber, Koordinator Divisi SDM Bawaslu Provinsi Jawa Barat, H. M. Wasikin Marzuki, Ketua PC NU Kabupaten Majalengka, K. H. Dedi Mulyadi dan Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Majalengka, Abdul Rosyid.
Ketua Bawaslu Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana membuka sekaligus memberikan pengantar dalam acara diskusi. Beliau menjelaskan bahwa Santri atau Ponpes tidak bisa dilepaskan dari perjuangan Bangsa Indonesia, dan mengapa Pemerintah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri di Indonesia. Diskusi ini juga membedah tantangan santri dalam membangun demokrasi di Indonesia. “Nah, Menjadi tantangan sebenarnya, apa sih peran santri dalam mewujudkan demokrasi, seperti apa visi misi dari ponpes sehingga menjadi nilai-nilai demokrasi seperti yang saat ini disepakati Indonesia.” Ungkapnya.
Diawali oleh K. H. Dedi Mulyadi sebagai narasumber pertama, menyampaikan bahwa demokratisasi bagi santri sudah menjadi hal yang lumrah. Karena sejak dulu jauh sebelum kemerdekaan, perintis pondok pesantren telah mampu menyinergikan antara pelajaran agama dengan pelajaran kebangsaan. Beliau juga mengapresiasi dan berpesan agar kegiatan ini menjadi modal atau penyemangat bahwa kedepan santri harus siap mengisi kemerdekaan, mengelola kemerdekaan, dan menjaga kemerdekaan NKRI dengan baik. "Demokrasi di Pesantren sudah dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai kejujuran, kepedulian sosial, sikap taat peraturan, dan sikap toleransi. Dilakukan juga dengan berbagai cara yaitu dengan keteladanan, latihan dan pembiasaan, mendidik melalui ibrah, mauidzah dan disiplin." Imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama Koordinator Divisi SDM Bawaslu Provinsi Jawa Barat H. M. Wasikin Marzuki mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional. Selanjutnya ia berpesan agar jadikan peringatan Hari Santri Nasional 2020 ini sebagai kebangkitan kembali para santri, khususnya di Kabupaten Majalengka untuk ikut serta mengambil bagian dari berbagai macam aktivitas termasuk aktivitas pemilu. Beliau pun memberikan apresiasi kepada Bawaslu Kabupaten Majalengka yang pada peringatan hari santri ini ikut serta mengingatkan seluruh santri yang ada di Majalengka bahwa santri kedepan tidak hanya tetap mempertahankan eksistensi pondok pesantren, tapi juga sebagian diharapkan hadir di berbagai macam posisi sehingga NKRI kedepan dapat diisi oleh santri.
Hal serupa diungkapkan oleh narasumber berikutnya, Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Majalengka, Abdul Rosyid. Santri ada pada jaman awal mula pra kemerdekaan sampai pasca kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan. Beliau menerangkan bahwa menurut studi atau penelitian dari UNESA tahun 2017 dimana peran santri dalam setiap Pilkada menjadi menarik dengan terpilihnya para santri di kancah politik.
[/et_pb_text][et_pb_gallery gallery_ids="1657,1658,1661,1659,1656,1660" fullwidth="on" _builder_version="3.22.1"][/et_pb_gallery][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]