Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Majalengka : DPT adalah Ruhnya Pemilu

[et_pb_section fb_built="1" _builder_version="3.22.1"][et_pb_row _builder_version="3.22.1"][et_pb_column type="4_4" _builder_version="3.22.1"][et_pb_text _builder_version="3.22.1"]

Fokus berikan pembekalan, Bawaslu Majalengka gelar Rapat Konsolidasi Pengawasan Pemuktahiran Data Pemilih untuk Pemilu Tahun 2024 bertempat di Hotel Horison Majalengka, Selasa (06/12/2022).

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bawaslu Majalengka, H. Agus Asri Sabana dan Anggota Bawaslu Majalengka Dede Sukmayadi, Abdul Rosyid, dan Idah Wahidah juga kedua narasumber H. Indra Sudrajat selaku praktisi hukum dan Diding Bajuri selaku pakar akademisi.

Membuka giat tersebut, H.Agus Asri Sabana Ketua Bawaslu Majalengka menyampaikan bahwa Daftar Pemilih Tetap (DPT) adalah ruhnya Pemilu.

“Apapun yang kita bahas tentang Pemilu, maka kita akan bicara pemilih, apakah pemilihnya ada? parpol selalu menginginkan suara, dan basis administratifnya adalah daftar pemilih”. Sambutnya

Ia juga mengingatkan, jika DPT kacau maka bisa dipastikan Pemilu juga kacau.

“Ada 3 persoalan yang akan menyertai ke dalam Pemilu jika seandainya daftar pemilih tidak selesai. Pertama, unsur politik ketika masyarakat tidak terakomodir maka akan menjadi persoalan secara politik. Kedua, dari sisi hukum, orang yang seharusnya masuk kedalam daftar pemilih malah tidak masuk, itu bisa melanggar hukum. Ketiga, sisi admistratif, jika data pilih tidak rapih, coklit tidak akurat, maka akan berpengaruh terhadap jumlah pemilih”. Tegasnya

Melanjutkan hal itu, Dede Sukmayadi selaku Koordinator Divisi pencegahan, Partisipasi masyarakat dan hubungan masyarakat yang juga menjadi tuan hajat dalam kegiatan ini menjelaskan Daftar Pemilih Sementara (DPS) adalah Daftar Pemilih Tetap (DPT) terakhir dan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) serta hasil pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB).

“Di Majalengka pernah mengalami suatu kejadian yang menjadi isu nasional soal data pemilih, yaitu ada sekitar 2000 lebih NKK ganda di Kelurahan Babakan Jawa Kecamatan Majalengka dan 1000 lebih di Desa Ciranca Kecamatan Malausma. Namun setelah dilakukan uji petik ke rumah warga hal itu tidak ditemukan dan penyebabnya ternyata anggota PPK yang asal input ke Sidalih”. Jelasnya

Di akhir Ia berpesan “ayo cermati, awasi bersama jangan sampai permasalahan Daftar Pemilih Tetap (DPT) muncul kembali”. Tutupnya. (AF)

[/et_pb_text][et_pb_gallery fullwidth="on" _builder_version="3.22.1" gallery_ids="4058,4059,4060,4061"][/et_pb_gallery][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]
Tag
Uncategorized