Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Tantang Mahasiswa: Siapa Paling Kritis di Debat Pemilu 2025?

Bawaslu Majalengka
Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja memberikan piagam penghargaan Juara I kepada peserta dari Universitas Andalas di akhir Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu Perguruan Tinggi se-Indonesia yang berlangsung di Jakarta, Rabu (23/10/2024). Dok. (BeritaNasional.com/Oke Atmaja)

Majalengka- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI kembali bersiap menggelar Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu bagi Perguruan Tinggi tahun 2025. Ajang ini bukan sekadar lomba adu argumen, melainkan wadah intelektual yang sejak 2019 telah menjadi ruang mahasiswa untuk menguji pemahaman kepemiluan serta melatih daya kritis mereka dalam isu demokrasi dan hukum pemilu. 

Kompetisi ini lahir sebagai bentuk komitmen Bawaslu dalam memperkuat peran mahasiswa sebagai mitra strategis dalam menjaga kualitas demokrasi. Melalui debat, mahasiswa tidak hanya berlatih menyusun argumen, tetapi juga diajak memahami fungsi Bawaslu, mendalami permasalahan kepemiluan, dan turut berkontribusi sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

Jejak Empat Gelaran Sebelumnya Sejak perdana digelar, kompetisi ini sudah berlangsung empat kali dengan melibatkan ratusan kampus di seluruh Indonesia: 

Debat I (2019) – Diikuti 35 perguruan tinggi dan berlangsung di Ancol, Jakarta Utara. Universitas Andalas (Unand) keluar sebagai juara pertama, disusul UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di posisi kedua, dan Universitas Hasanuddin (Unhas) sebagai juara ketiga.

Debat II (2022) – Setelah proses seleksi yang diikuti 276 kampus, sebanyak 32 tim melaju ke babak nasional di Jakarta. Universitas Diponegoro (Undip) meraih juara pertama setelah berhadapan dengan Universitas Indonesia (UI) di grand final. UIN Sunan Kalijaga menempati posisi ketiga. 

Debat III (2023)– Dari 176 kampus peserta, 24 tim berhasil masuk babak nasional yang digelar di Hotel Mercure Ancol. Universitas Surabaya (Ubaya) berhasil menjuarai kompetisi setelah menumbangkan UIN Sunan Kalijaga. IAIN Pare-Pare menempati peringkat ketiga. 

Debat IV (2024)– Kompetisi diikuti 24 perguruan tinggi dan kembali digelar di kawasan Ancol. Universitas Andalas (Unand) kembali membuktikan dominasinya dengan merebut juara pertama usai mengalahkan Universitas Indonesia. Posisi ketiga ditempati IAIN Pare-Pare setelah mengalahkan Universitas Mataram. 

Ajang Intelektual yang Kredibel, Sejak awal, Bawaslu selalu menghadirkan dewan juri dari beragam latar belakang—akademisi hukum, lembaga pengawas pemilu, Mahkamah Konstitusi (MK), KPU, hingga peneliti BRIN. Kehadiran para pakar ini menjadi jaminan bahwa kompetisi berjalan objektif sekaligus menjaga kredibilitas ajang debat sebagai forum akademis.

“Melalui kompetisi ini, kami berharap muncul gagasan progresif dari mahasiswa yang dapat memperkaya diskursus penegakan hukum pemilu di Indonesia,” ujar salah satu penyelenggara.

Menuju Debat 2025 Dengan rekam jejak yang panjang, Bawaslu optimistis penyelenggaraan debat tahun 2025 akan semakin semarak. Mahasiswa dari berbagai kampus di Tanah Air diharapkan hadir membawa ide-ide segar, kritis, dan solutif demi memperkuat demokrasi Indonesia. 

Apakah kampus Anda siap menjadi bagian dari sejarah berikutnya? Ikuti terus informasi resmi seputar Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu 2025 melalui kanal media sosial Bawaslu RI.

Penulis: Taufik Hidayat Sumber : Bawaslu RI Poto : Bawaslu RI