Lompat ke isi utama

Berita

Diskusi Asik Humas Bawaslu: AWASI YUK!

[et_pb_section fb_built="1" admin_label="section" _builder_version="3.22"][et_pb_row admin_label="row" _builder_version="3.22" background_size="initial" background_position="top_left" background_repeat="repeat"][et_pb_column type="4_4" _builder_version="3.0.47"][et_pb_text admin_label="Text" _builder_version="3.22.1" background_size="initial" background_position="top_left" background_repeat="repeat"]

Hubungan Masyarakat  (Humas), dalam prakteknya tidak hanya sebatas kegiatan berbincang dan saling memberi informasi antar orang ke orang atau kelompok ke kelompok.

Di tubuh Bawaslu misalnya, Humas adalah karakter penting seberapa dikenal Bawaslu oleh kalangan luas. Program diskusi online "Awasi Yuk!" yang digagas Bawaslu Provinsi Jawa Barat, merupakan serial cerdas dan kreatif menjadi Humas Bawaslu.

Merujuk informasi Bawaslu Jabar, program ini dibuka secara langsung oleh Anggota Bawaslu RI sekaligus Koordinator Divisi Hukum, Humas, Data dan Informasi, Fritz Edward Siregar. Melalui aplikasi rapat online, Zoom, Kamis (23/04/2020) siang.

Kedepannya akan menjadi agenda rutin Bawaslu setiap hari Kamis diikuti jajaran Bawaslu kabupaten/kota. Mengangkat beragam topik, menghadirkan narasumber ahli di bidang kehumasan dengan latar belakang yang beragam.

Tema pertama, "Strategi Komunikasi Publik Di Era Digitalisasi" adalah topik menarik sebagai pemantik diskusi tematik ini.

Dalam pemaparannya Koordinator Divisi Humas Bawaslu Jabar, Lolly Suhenti, kerja humas merupakan kerja yang sangat penting dalam sebuah lembaga yakni sebagai jembatan antara kepentingan internal dan eksternal.

"Membangun keselarasan dengan publik diluar. Humas tidak boleh abai. Ia harus cepat dalam mewartakan informasi. Tepat memberikan informasi dalam momentum maulun metode supaya jembatan benar benar di lalui orang. Apapun yang diwartakan dapat dipertanggungjawabkan." Ungkapnya memaparkan tiga koridor humas.

Kerja humas, jelas Lolly sebagai pemateri pertama, sesungguhnya kerja manajemen yang harus dilakukan berkesinambungan. Agar ketiga koridor dapat dilakukan.

"Followers Jabar tertinggi. Tapi yang menjadi PR apakah postingan hanya merepost atau gimana. Karena yang dilihat postingan kita kebanyakan hanya repost." Ucap srikandi Bawaslu jabar memperjelas.

Namun demikian, Yudha Adyaksa menerangkan agar jangan gagal paham. Strategi bagaimana kita mendapatkan perhatian untuk dipublik, ada yang boleh dan tidak boleh dipublikasi. Ada beberapa hal dalam hal ini.

"Awareness, postingan yang konsisten terutama teks. Consideration, postingan yang berkualitas memiliki kelebihan untuk memudahkan. Conversion, bagaimana publik selalu menglike kita. Misalnya give away, kuis, dan lain-lain. Relationship, bagaimana kita menjaga relationship atau menjaga loyalitas. Loyalty dan advocacy, hubungan loyalitas. Jadi dunia maya sudah menjadi pelengkap, misalnya SKPP." Ungkapnya sebagai pemateri kedua.

Yudha pun menambahkan, kondisi saat ini perlu mencari isu yang sedang tren terutama dengan pemilih yang banyak. Selanjutnya yang dilakukan bagaimana instagram atau medsos bisa menarik perhatian agar dilihat.

Saat yang sama Yusuf Kurnia, Koordinator Hukum, Data dan Informasi mempertegas bahwa kendala Bawaslu di dunia maya. Sebab Bawaslu adalah lembaga yang tidak bisa menerobos seperti swasta.

"Tapi, Lolly (Bawaslu Jabar) telah melewati hal tersebut dibanding Bawaslu lainnya. Menyangkut kebawasluan yang harus aktif di dunia digital. Di dimensi Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, tetap harus melewati sistem manual sehingga ruang gerak kita terbatas. Kinerja humas harus mempunyai sinergi tanpa adanya kekosongan." Tandasnya.

Berkenaan diskusi pertama ini Koordinator Divisi Humas Bawaslu Majalengka, Idah Wahidah menanggapi bahwa poin penting yang didapat dari diskusi saat ini yakni Humas merupakan garda terdepan sebuah lembaga. Harus berfokus pada kebutuhan masyarakat.

"Di era digitalisasi ini humas harus memanfaatkan medsos seoptimal mungkin dalam upaya memberikan informasi kepada masyarakat secara cepat, tepat dan bertanggung jawab." Imbuhnya. (IS)

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]
Tag
Publikasi