Dorong Partisipasi Santri, Pelajar dan Mahasiswa Dalam Pengawasan Pemilu, Bersama-sama Akan Terasa Lebih Ringan.
|
Majalengka- Tingkatkan pengawasan partisipasi bagi pelajar dan santri, Bawaslu Kabupaten Majalengka menyelenggarakan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif dengan tema "Urgensi Pengawasan Partisipasi Bagi pelajar dan Santri Menuju Demokrasi Sehat Di Kabupaten Majalengka". Dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh perwakilan santri dan pelajar Se-Majalengka. (12/10/2021)
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan kali ini Lolly Suhenty, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat. Arip Amin, Ketua STKIP YASIKA Kabupaten Majalengka. H. Zainal Iksan, Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PW Muhammadiya Provinsi Jawa Barat. selain itu turut menghadiri Ketua dan Anggota beserta Koordintor Sekretariat Bawaslu Kabupaten Majalengka.
Ketua Bawaslu Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana saat memberikan pengantar diskusi menyampaikan kegiatan kali ini adalah bagian dari ikhtiar untuk terus mendorong partisipasi masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan pemilu "kegiatan kali ini adalah bagian dari ikhtiar untuk terus mendorong partisipasi masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan pemilu dengan melakukan penyamaan pesepsi sejak dini bahwa pengawasan pemilu adalah tugas kita bersama". Ujarnya.
H.Agus juga menambahkan "pengawasan pertisipasi harus terus ditingkatkan karena akan menentukan kualitas hasil pemilu dan pengawasan pemilu akan terasa lebih ringan jika dilakukan bersama-sama dengan masyarakat". Ungkapnya.
Mengawali diskusi, Lolly Suhenty menyampaikan tiga hal yang menjadi urgensi dilaksanakannya pengawasan partisipatif "pengawasan partisipatif merupakan sesuatu yang mendesak karena bagi Bawaslu pengawasan partisipatif adalah gerakan bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperluas pengawasan, selain itu sesuai tagline Bawaslu bersama rakyat awasi pemilu bersama bawaslu tegakan keadilan pemilu dengan menyimpan posisi rakyat didepan dapat diartikan bahwa rakyat merupakan subjek pengawasan, sedangkan yang terakhir dengan semakin banyaknya orang yang melakukan pengawasan maka akan meminimalisir terjadinya pelanggaran pemilu. ketiga hal itulah yang menjadi urgensi dilaksanakannya pengawasan partisipatif". Imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama Arip Amin menjelaskan pentingnya peranan santri, pelajar dan mahasiswa menjadi garda terdepan dalam mengawal pemilu menuju pemilu yang demokratis" Provinsi Jawa Barat adalah Provinsi yang memiliki pondok pesantren terbanyak dengan jumlah santri yang melimpah begitupun entitas pelajar dan mahasiswa yang tidak sedikit sehingga bisa kita berdayakan untuk menjadi garda terdepan dalam mengawal proses pemilu menuju pemilu yang demokratis". Pungkasnya
Selain itu dalam rangka membangkitkan spirit dan semangat civil society dalam mengawal pemilu, pria yang akrab disapa kang arip mengajak elemen santri, pelajar dan mahasiswa membentuk lembaga independen untuk memantau berjalannya proses pemilu.
Hal yang sama disampaikan oleh H. Zainal Iksan, Ia menyampaikan bahwa santri, pelajar dan mahasiswa menjadi penting dilibatkan secara praktis menjadi anak panah dalam pengawasan pemilu"santri, pelajar dan mahasiswa menjadi penting dilibatkan secara praktis menjadi anak panah dalam pengawasan pemilu, sehingga kegiatan ini menjadi urgent dan strategis karena personil Bawaslu sampai tingkatan terbawah tidak akan cukup untuk mengawasi proses tahapan pemilu".Tandasnya.
[/et_pb_text][et_pb_gallery gallery_ids="2918,2926,2925,2922,2924,2929,2923,2931,2930,2927,2928" posts_number="12" _builder_version="3.22.1" title_font="||||||||" title_text_color="#ffffff"][/et_pb_gallery][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]