Lompat ke isi utama

Berita

HUT RI Bawaslu Ajak Merdeka Politik

[et_pb_section fb_built="1" _builder_version="3.22.1"][et_pb_row _builder_version="3.22.1"][et_pb_column type="4_4" _builder_version="3.22.1"][et_pb_text _builder_version="3.22.1"]

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Majalengka kembali menyelenggarakan Webkusi Orasi Serial 13 dengan mengangkat tema “Mewujudkan Semangat Kemerdekaan Melalui Pendidikan Politik di Masa Pandemi”, Senin (16/08/2021).

Kegiatan ini menghadirkan beberapa narasumber dari Partai Politik di Kabupaten Majalengka diantaranya, H. Jefry Romdonny (Ketua DPC Gerindra Majalengka), Ade Duryawan (Sekretaris DPC PKB Majalengka), Roni Setiawan (Ketua DPD PKS Majalengka) dan H. Fuad Abdul Azid (Ketua DPC Partai Demokrat Majalengka)

Abdul Rosyid, Koodinator Divisi Penindakan Pelanggaran memberikan sambutan dalam tajuk pengantar diskusi dengan mengatakan, "Partai politik jangan hanya hadir saat Pemilu saja karena hal ini akan menambah masyarakat semakin apatis dan pesimis. Maka dari itu partai politik harus menjalankan fungsinya memberikan pendidikan politik kepada masyarakat sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011". Ujarnya.

Dalam Kesempatan yang sama, H. Jefry mengatakan "Pendidikan politik merupakan pembelajaran berdemokrasi masyarakat dimana para aktor politik merupakan penerjemah atau penghubung antara rakyat dan penguasa untuk memberikan informasi tentang gambaran sistem pemerintahan maupun situasi politik terkini. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat melek politik dan berkontribusi dalam pembangunan", Ungkapnya.

Hal senada diasampaikan Ade Duryawan, ia mengajak perlu untuk segera merumuskan strategi pendidikan politik dimasa pandemi "covid-19 yang terjadi saat ini setidaknya mengancam pilar berdemokrasi kita. Oleh karena itu perlu kiranya merumuskan strategi pendidikan politik dimasa pandemi, salah satunya dengan pendekatan pendidikan politik berbasis teknologi informasi". Imbuhnya.

Sejalan dengan hal itu yang Roni Setiawan menyampaikan bahwa pendidikan politik merupakan pekerjaan besar dan mulia "Pendidikan politik di partai PKS diawali dengan pendidikan bagi kader yang dilakukan berjenjang dan berkelanjutan dengan menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan dan kemasyarakatan. Sehingga nantinya kader akan menjadi agen dan pelopor dimasyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai kebangsaan. Oleh karena itu, ini merupakan pekerjaan yang besar dan mulia sebagai ucapan terimakasih kepada para founding father". Tegasnya.

Lain halnya dengan yang di sampaikan H. Fuad, ia menjelaskan lima hal yang menjadi garis perjuangan Partai Demokrat dalam memberikan pendidikan politik, "Melalui pendidikan politik Partai Demokrat berkomitmen pada 5 hal yang merupakan garis perjuangan yaitu, menciptakan perdamaian dan keamanam, keadilan, kesejahteraan, demokrasi, kelestarian lingkungan". Terangnya.

Diujung diskusi, Ketua Bawaslu Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana berpendapat "Kemerdekaan Indonesia dan kemerdekaan politik ibarat dua sisi mata uang. Kita mungkin sudah merdeka dari penjajahan fisik tapi sebaliknya kita belum merdeka dari election fraud seperti tidak netralnya ASN, politik uang, black and negative campaign dan yang lainnya". Tandasnya menutup diskusi.

[/et_pb_text][et_pb_gallery fullwidth="on" _builder_version="3.22.1" gallery_ids="2690,2691,2692"][/et_pb_gallery][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]
Tag
Publikasi