KP3D, Sebagai Bentuk Pendidikan Pemilu Bagi Masyarakat
|
Majalengka - Pemilihan Umum (Pemilu) adalah proses memilih seseorang untuk mengisi jabatan politik tertentu. (Wikipedia) Sebagai salah satu agenda demokrasi, penting adanya pengawasan dalam proses pelaksanaannya.
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Majalengka mengadakan Kegiatan Pengenalan Pengawasan Pemilu dan Demokrasi (KPPPD/Kapeped), Jum'at (29/01/2021). Bertempat di sekretariat Bawaslu Kabupaten Majalengka, Jl. Letkol Abdul Gani No. 7, Majalengka.
Ketua Bawaslu Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana menyampaikan, kegiatan rutin ini dijadikan sebagai bentuk pendidikan pemilu bagi masyarakat terutama pemilih pemula dan juga ciri khas kegiatan praktikum di Bawaslu. Sehubungan dengan adanya peserta praktikum yang sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari Perguruan Tinggi dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), Kapeped juga menjadi bagian kegiatan yang diagendakan bagi peserta praktikum.
"Kami harapkan nanti dikemudian hari, peserta praktikum setelah selesai praktik atau setelah selesai studi, bisa memanfaatkan ilmunya atau pengetahuannya terutama terkait kepengawas-pemiluan dalam kehidupan bermasyarakat. Bisa dalam lingkup kecil seperti keluarga, teman sebaya, bahkan dalam lingkup luas." Ungkap H. Agus saat membuka kegiatan secara resmi.
Mengingat, lanjut Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa ini juga, agenda-agenda pemilu yang rutin diselenggarakan lima tahun sekali dipandang masih sangat kurang kontribusi masyarakat. Terutama dalam memastikan bahwa pemilu berjalan dengan demokratis, adil, jujur, berkualitas dan bermartabat.
"Oleh karenanya, satu orang saja bagi kami peserta praktikum itu menjadi aset besar, saat berbicara kepada keluarganya, temannya, masyarakatnya tentang kepengawas-pemiluan. Sehingga atensi masyarakat, andilnya masyarakat menjadi paham betapa pentingnya mewujudkan pemilu yang demokratis, berkualitas dan bermartabat." Imbuhnya.
H. Agus juga berharap, peserta praktikum menjadi jejaring Bawaslu, kepanjangan tangan visi misi tentang kepengawas-pemiluan. Sekalipun bukan pada kelembagaan yang sama paling tidak ilmu, pengalaman, dan apa yang didapatkan akan menjadi semacam senjata atau kunci untuk membuka pintu-pintu peluang dan kesempatan kedepannya.
"Setidaknya bahasa-bahasa yang sederhana tentang pemilu itu dapat diserap oleh peserta praktikum. Apalagi yang sudah memiliki hak pilih, sudah sejauh mana tanggung jawab terhadap agenda kepemiluan." Pungkasnya.
[/et_pb_text][et_pb_gallery gallery_ids="1904,1908,1901,1898,1903,1902,1900" fullwidth="on" _builder_version="3.22.1"][/et_pb_gallery][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]