Orasi Serial 12: Pendidikan Politik bagi masyarakat, Partai Politik harus hadir sebagai solusi Kongkrit
|
Pendidikan Politik itu adalah Kewajiban Partai Politik, untuk membangun kemajuan Politik dan meningkatkan kesadaran Politik Masyarakat kita. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Majalengka kembali menyelenggarakan Webkusi Orasi Serial 12 dengan mengangkat tema “Pendidikan Politik Bagi Masyarakat pada Masa Pandemi Menuju Pemilu Dan Pemilihan Tahun 2024”, Senin (26/07/2021).
Kegiatan ini menghadirkan beberapa narasumber dari Partai Politik di Kabupaten Majalengka diantaranya, Tarsono D. Mardiana (Sekretaris DPC PDIP Majalengka), Muh Fajar Shidik (Sekretaris DPC PPP Majalengka), H. Asep Eka Mulyana (Ketua DPD Golkar Majalengka), Wawan Darmawan (Ketua DPD Nasdem Majalengka) dan H. Moh. Hanuradjasa (Sekretaris DPD PAN Majalengka)
Alan Barok Ulumudin, Koodinator Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi memberikan sambutan dalam tajuk pengantar diskusi dengan mengatakan “Pendidikan Politik dalam arti luas menurut Davis ada 3 point yaitu revitalisasi pemahaman tentang Politik, bagaimana pendidikan politik itu bisa jadi Emosi Politik, dan Kesadaran untuk membangun akal sehat” pungkasnya
Selain itu, Alan juga menambahkan Partai Politik memiliki peran sangat penting bagi Negara berdemokrasi yang mana Partai politik menjadi medium bernegara, dan menjadi sarana sebagai rekrutmen jabatan publik “Ditengah pandemi saat ini, lantas dimana Partai Politik berada? Saat ini jika di pantau dari media sosial hanya ada beberapa Partai Politik di Majalengka yang terlihat melakukan bhakti sosial, tetapi saya yakin Partai Politik lain juga melakukan hal yang sama bahkan berharap mereka juga membuat kebijakan-kebijakan yang strategis, yang kemudian bisa manjadi jembatan bagi masyarakat” Ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Tarsono mengatakan Sebagai Partai Politik mempunyai tujuan khusus yaitu tujuan meraih kekuasaan secara konstitusional melalui pemilu yang ada, namun tujuan khusus tersebut harus menjadi tujuan umum yaitu mensejahterakan masyarakat. “di Partai Politik harus memberikan bantuan dan pendidikan politik agar masyarakat merasakan manfaatnya, agar masyarakat merasakan keberadaan partai politik, hal tersebut dapat menyukseskan Pemilu 2024” tegasnya
Senada dengan hal itu, Muh. Fajar juga mengatakan Pendidikan Politik intinya kita hadir ditengah-tengah masyarakat tidak hanya memberikan edukasi dan pemahaman, partai politik yang seharusnya hadir bersama-sama masyarakat tidak hanya memberikan pemahaman demokrasi. “Harapan masyarakat kita sebagai partai politik hadir dimasa sulit seperti ini, bagaimana kita sebagai partai politik menjadi motor penggerak, pencerahan, memberikan motivasi, edukasi yang seharusnya memang dilakukan” tandasnya
Hal yang sama juga disampaiakan H. Asep bahwa Pendidikan Politik, adanya Pendidikan Eksternal dan Internal “Pemilu 2024, sebagai langkah menuju 2024 bagaimana kader harus terhubung walaupun dalam situasi yang sangat terbatas, bagaimana caranya Pemilu 2024 dapat berjalan lancar, namun kita harus bersiap-siap dengan kemungkinan terburuk masa pandemi” ucapnya
Sejalan dengan hal itu, Wawan Darmawan berpendapat Pendidikan Politik ditengah pandemi ini tentu saja ada hal-hal yang unik karena adanya pembatasan-pembatasan yang terjadi semacam kesulitan-kesulitan yang biasanya kita bertemu secara fisik. Ia pun mengatakan “Pendidikan Politik dapat terlaksana jika adanya komunikasi antara Partai Politik dengan Masyarakat, ada program terukur dan mampu menjadi jembatan untuk merawat hubungan antara konstituen dengan Partai Politik, terjadi hubungan saling mengontrol antara Eksekutif dengan Partai Politik, ada keterbukaan dari pihak eksekutif untuk mengajak Partai Politik, anggaran Pendididkan Politik” tambahnya
Lain halnya dengan apa yang disampaikan Hanarul dengan tegas ia berpendapat implementasi Pendidikan Politik bahwa masyarakat tidak hanya menjadi objek, tidak hanya menjadikan satu keperluan disaatnya Pemilu saja, tetapi masyarakat bisa terus diberdayakan, didengarkan, dan kita perjuangkan. Ia pun menambahkan ”ðalam situasi pandemi ini ada beberapa hal yang harus kami ikuti atau kami patuhi yaitu prokes agar terhidar dari wabah, ini menjadi masalah bagi kita semua untuk bersinegri bagaimana pandemi ini kita hadapi secara bersama-sama tujuannya siapa tau dengan kita berkolaborasi disatu sisi walaupun kita tidak tahu kapan pandemi ini berkhir tapi dengan kita bekerja sama mungkin dampak pandemi ini bisa kita perkecil” serunya
Di ujung diskusi Ketua Bawaslu Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, berpendapat Kehadiran partai politik tentu diharapkan dapat menjawab persoalan-persoalan yang sedang dihadapi saat ini, sebab partai politik menjadi pintu masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. “kondisi saat ini harus menjadi momentum bagi partai politik bukan hanya mendekati masyarakat saat menjelang pemilu maupun pemilihan tapi bisa hadir dalam bentuk aksi yang memberikan solusi konkrit” tegasnya
Idah Wahidah, yang juga merupakan Koordinator Divisi Humas dan Data Informasi menambahkan pendidikan politik merupakan kebutuhan yang mendasar “jadikan Rakyat sebagai kantornya para legislatif bukan di gedung” pungkasnya sembari berharap kegiatan ini bisa menjadi awal dari diskusi diskusi selanjutnya.
[/et_pb_text][et_pb_gallery gallery_ids="2615,2616,2618,2619,2620,2621,2622,2623,2624,2625,2626,2627,2628,2629,2630" show_title_and_caption="off" _builder_version="3.22.1"][/et_pb_gallery][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]