Lompat ke isi utama

Berita

RDK Kehumasan, Staf Sekretariat Dibekali Teknik Peliputan dan Publikasi

[et_pb_section fb_built="1" admin_label="section" _builder_version="3.22"][et_pb_row admin_label="row" _builder_version="3.22" background_size="initial" background_position="top_left" background_repeat="repeat"][et_pb_column type="4_4" _builder_version="3.0.47"][et_pb_text admin_label="Text" _builder_version="3.22.1" background_size="initial" background_position="top_left" background_repeat="repeat"]

Majalengka - Bawaslu Kabupaten Majalengka menyelenggarakan kegiatan Rapat Dalam Kantor (RDK) Divisi Hukum, Humas, Data dan Informasi. Dengan mengusung tema "Peliputan dan Dokumentasi Kehumasan Untuk Meningkatkan Kualitas Publikasi Kegiatan Bawaslu Dalam Meningkatkan Kepercayaan Publik". dilaksanakan secara luring dan daring, Rabu (22/09/2021).

Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Yulianto. Ketua Bawaslu Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana. Koordinator Divisi SDM dan Organisasi, Alan Barok Ulumudin. Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubal, Dede Sukmayadi. Koordinator Divisi Hukum, Humas, Data dan Informasi, Idah Wahidah. Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran, Abdul Rosyid. Koordinator Sekretariat beserta seluruh jajaran kesekretariatan Bawaslu Kabupaten Majalengka, dan Pengelola Media Center dan Kemitraan Media Diskominfo Kabupaten Majalengka, Eri Sukmana.

Ketua Bawaslu Kabupaten Majalengka, H. Agus dalam sambutannya menyampaikan bahwa RDK kali ini sebagai momentum yang tepat dan bernilai strategis. "RDK kali ini adalah momentum yang tepat dan bernilai strategis, karena kegiatan kehumasan tidak dapat dipisahkan dengan teks dan publikasi. Itu poin penting yang akan menjadi warna di Bawaslu." Ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Yulianto sebagai keynote speaker menjelaskan, publikasi media Bawaslu bisa saja berbeda muatan kontennya dengan media mainstream lainnya. "Kita memerlukan suatu pedoman, standar atau juklak-juknis, sehingga ada keseimbangan dan kesetaraan dalam publikasi kehumasan. Selain itu, hal ini juga yang akan menjadi pembeda antara kita dengan media publikasi mainstream lainnya karena angel yang digunakan berbeda." Ungkapnya.

Saat memaparkan materinya Idah menjelaskan, analogi kehumasan ibarat cermin. "Kehumasan itu seperti cermin, jika cermin itu kusam maka cermin tidak dapat memberikan pantulan gambar yang jelas." Imbuhnya sebagai narasumber pertama.

Selain itu, Idah juga menjelaskan teknik-teknik peliputan, pembuatan berita dan juga fotografi. Serta menekankan media Bawaslu harus mempunyai karakteristik dalam pembuatan publikasi yang lugas, cermat dan tegas.

Berbeda dengan yang disampaikan Eri, narasumber kedua, Ia menuturkan bahwa yang terpenting dalam kehumasan adalah pesan yang ingin disampaikan kepada publik. "Hal terpenting dalam publikasi adalah pesan yang ingin disampaikan harus dapat diterima, membekas dan membangkitkan emosi. Maka dari itu pesan harus memiliki daya tarik rasional, emosional dan moral." Tandasnya.

[/et_pb_text][et_pb_gallery gallery_ids="2776,2779,2781,2777,2774,2780,2782,2775,2778" posts_number="8" show_title_and_caption="off" show_pagination="off" _builder_version="3.22.1" title_font="||||||||" title_text_color="#ffffff"][/et_pb_gallery][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]
Tag
Publikasi