Lompat ke isi utama

Berita

Sepaham: Bawaslu dan Pemda Majalengka wujudkan pemilu yang irit biaya melalui pendidikan politik bagi masyarakat

[et_pb_section fb_built="1" _builder_version="3.22.1"][et_pb_row _builder_version="3.22.1" collapsed="on"][et_pb_column type="4_4" _builder_version="3.22.1"][et_pb_text _builder_version="3.22.1"]

Dalam rangka menjelang persiapan tahapan Pemilu dan Pemilihan tahun 2024, Bawaslu Kabupaten Majalengka mengadakan audiensi dengan Pemda Kabupaten Majalengka bertempat di ruang rapat Kantor Wakil Bupati Majalengka. Selasa, (08/02/22).

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bawaslu Kabupaten Majalengka, H Agus Asri Sabana, Koordinator  Divisi Sumberdaya Manusia dan Organisasi, Alan Barok Ulumudin, Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubal Bawaslu Kabupaten Majalengka, Dede Sukmayadi. Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Abdul Rosyid. Dan juga Wakil Bupati Majalengka, Tarsno D. Mardiana , beserta asisten daerah Rd. Muhammad Umar Ma'ruf.

Mengawali pertemuan, Ketua Bawaslu Kabupaten Majalengka, H. Agus juga menerangkan kegiata atau program yang diselenggarakan selama masa pandemi covid19.

"Dalam kondisi pandemi selama 2 tahun terakhir banyak aktifitas yang dilakukan secara daring seperti program Orasi (Obrolan Demokrasi), program tersebut merupakan salah satu upaya Melakukan sosialisasi dalam meningkatkan Partisipasi masyarakat dalam mengawasi pemilu dan pemilihan, serta kegiatan lainnya yang dilaksanakan secara daring".  Ujarnya.

"Selain itu, Bawaslu juga tetap mengawasi proses pemutakhiran daftar pemilih, salah satunya melalui kegiatan uji petik pemilih TMS yang dilaksanakan secara langsung dengan menerjunkan seluruh jajaran ke desa-desa se-Kabupaten Majalengka”. Jelas Ketua Bawaslu.

Ia juga menambahkan, masalah dalam pemilu dan pemilihan adalah biaya politik yang tinggi.

"masalah dalam pemilu dan pemilihan adalah biaya politik yang tinggi, hal ini karena masyarakat menjadikan momentum pemilu sebagai panen raya atau panen demokrasi, maka dari itu pendidikan politik sangat penting". Tambahnya.

Masih menurut H. Agus, jika masyarakat sudah terdidik dan dewasa dalam berpolitik, peserta pemilu atau pemilihan tidak perlu membeli suara dan mengeluarkan biaya politik yang tinggi.

selanjutnya, Ia berharap mendapat dukungan Pemerintah Daerah agar ikhtiar-ikhtiar positif itu bisa dijalankan.

"Kami berharap mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah, apabila ada program yang selaras dan seirama. sehingga ikhtiar-ikhtiar positif untuk mewujudkan masyarakat yang dewasa dalam berpolitik untuk melahirkan pemilu yang irit dapat terlaksana". Ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati, Tarsono D. Mardiana mengucapkan terima kasih atas kerja-kerja Bawaslu dalam mengawal proses Demokrasi, yang bukan hanya mengawasi pelaksanaanya saja, tapi sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan.

"saya ucapkan terima kasih atas kerja-kerja Bawaslu dalam mengawal proses Demokrasi, yang bukan hanya mengawasi pelaksanaanya saja, tapi sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan dimulai". Imbuhnya.

Ia juga menyampaikan dalam rangka mencapai tujuan dan suksesnya program yang dicanangkan Bawaslu, Pemerintah Daerah harus memberikan support dan dukungan baik secara langsung maupun tidak langsung.

"Dalam rangka mencapai tujuan dan suksesnya program yang dicanangkan oleh Bawaslu harus ada support dan dukungan dari Pemerintah Daerah baik langsung maupun tidak langsung.” Pungkasnya.

[/et_pb_text][et_pb_gallery show_title_and_caption="off" _builder_version="3.22.1" gallery_ids="3395,3396,3397"][/et_pb_gallery][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]
Tag
Publikasi